Tari Baris Kekupu merupakan tari yang menggambarkan sekelompok kupu-kupu yang sedang bermain di taman bunga. Tarian ini terinspirasi dari filosofi hiasan kupu-kupu yang terdapat pada damar kurung yang dipasang saat pelaksanaan upacara memukur, yang merupakan lambang Dewa yang menyinari perjalanan atma atau roh orang yang sudah meninggal. Damar kurung difungsikan sebagai simbol untuk menyadarkan roh atau jiwa seseorang yang telah meninggal agar dapat terlepas dari ikatan duniawi, sehingga dapat menyatu dengan pencipta-Nya.
Tari ini awalnya dipentaskan dalam bentuk yang sederhana, kemudian mengalami perkembangan dari aspek tampilan hingga fungsinya yang bersifat fleksibel dan situasional. Oleh karena itu terjalin hubungan baik secara vertikal dan horizontal atas hadirnya tari Baris Kekupu sebagai tari yang bersifat fleksibel. Secara vertical dilihat dari tari ini menjadi simbol penghantar roh yang terlepas dari unsur Panca Maha Bhuta menuju Siwa, dan secara horizontal tari ini terkait dengan hubungan sosial di masyarakat dalam melestarikan tari tersebut.