Kapak Persegi (Beliung) 2

Berbentuk segi empat dengan sisi ketajaman di bagian ujung menggunakan teknik penajaman monofacial yang telah pecah pada pinggirannya, kemungkinan karena bekas pakai. Ditemukan di Nusa Penida pada tahun 1964.

Sejarah

Kapak Persegi (sering disebut hanya sebagai beliung persegi) adalah salah satu artefak batu paling monumental dan menjadi ciri utama dari Zaman Neolitikum (Zaman Batu Muda) di Indonesia. Benda ini bukan sekadar alat pertukangan purba, melainkan simbol lompatan kebudayaan dari manusia yang tadinya berburu-meramu (food gathering) menjadi masyarakat agraris yang menetap dan bercocok tanam (food producing). Kapak persegi memiliki wilayah persebaran yang sangat luas di bagian Indonesia Barat dan Tengah, yang meliputi: Sumatera (terutama di dataran tinggi seperti Sukabumi, Lahat), Jawa (situs paling kaya di antaranya di Pegunungan Karangbolong, Punung di Pacitan, Tasikmalaya, dan Bogor), Kalimantan, Bali, Lombok, hingga Sulawesi Selatan. Benda ini ditemukan di Nusa Penida pada tahun 1964.

No. Registrasi

MUSA/2026/ARK/PEN/33

Bahan

Batu

Warna

Coklat

Panjang

15,6 cm

Tinggi

Tebal

1,6 cm

Lebar

8 cm

Diameter

Fungsi

Alat Bercocok Tanam

Periode

Prasejarah / Mesolitikum

Status Kepemilikan

BP Kebudayaan Bali

Pemelihara

BP Kebudayaan Bali

Alamat Lengkap

alan Raya Dr. Ir. Soekarno, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar

Riwayat Kepemilikan

Penelitian

Koordinat

174 mdpal 50S 312110.428 mE 9057854.1718 mN

Pencatat

Tim Registrasi Koleksi Museum Sarkofagus

Tanggal Pencatatan

7 Juli 2026