Kapak Persegi (Beliung) 1

Kapak persegi berbentuk segi empat dengan sisi ketajaman di bagian ujung, dan kedua isi nya diasah alus serta menggunakan teknik penajaman monofasial yang masih dalam keadaan baik. Di temukan di desa Ambiyarsari tahun 1961.

Sejarah

Kapak Persegi (sering disebut hanya sebagai beliung persegi) adalah salah satu artefak batu paling monumental dan menjadi ciri utama dari Zaman Neolitikum (Zaman Batu Muda) di Indonesia. Benda ini bukan sekadar alat pertukangan purba, melainkan simbol lompatan kebudayaan dari manusia yang tadinya berburu-meramu (food gathering) menjadi masyarakat agraris yang menetap dan bercocok tanam (food producing). Kapak persegi memiliki wilayah persebaran yang sangat luas di bagian Indonesia Barat dan Tengah, yang meliputi: Sumatera (terutama di dataran tinggi seperti Sukabumi, Lahat), Jawa (situs paling kaya di antaranya di Pegunungan Karangbolong, Punung di Pacitan, Tasikmalaya, dan Bogor), Kalimantan, Bali, Lombok, hingga Sulawesi Selatan. Benda ini ditemukan di desa Ambiyarsari tahun 1961.

No. Registrasi

MUSA/2026/ARK/PEN/32

Bahan

Batu

Warna

Coklat

Panjang

19,2 cm

Tinggi

Tebal

1 cm

Lebar

9,9 cm

Diameter

Fungsi

Alat Bercocok Tanam

Periode

Prasejarah / Neolitikum

Status Kepemilikan

BP Kebudayaan Bali

Pemelihara

BP Kebudayaan Bali

Alamat Lengkap

Jalan Raya Dr. Ir. Soekarno, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar

Riwayat Kepemilikan

Penelitian

Koordinat

174 mdpal 50S 312110.428 mE 9057854.1718 mN

Pencatat

Tim Registrasi Koleksi Museum Sarkofagus

Tanggal Pencatatan

7 Juli 2026