SEKILAS TENTANG
Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan hari suci yang dirayakan oleh umah Hindu di Provinsi Bali. Hari suci Galungan dan Kuningan dalam perhitungan Pawukon dirayakan setiap 210 hari tepatnya pada hari Buda Kliwon Wuku Dungulan. Perayaan bersifat rutin ini merupakan rangkaian upacara yang dilaksanakan selama satu bulan. Hari suci Galungan sudah dirayakan sejak dahulu kala. Hari suci Galungan dan Kuningan sangat penting dipahami dan dilaksanakan dalam perayaan sesuai keyakinan dan sumber sastranya. Hari suci Galungan dan Kuningan selain itu juga memberi kemampuan untuk membeda-bedakan kecenderungan keraksasaan (aśuri sampad) dan kecenderungan kedewaan (daiwī sampad). Hidup yang berbahagia adalah hidup yang memiliki kemampuan untuk menguasai kecenderungan keraksasaan.
Hari suci Galungan dan Kuningan merupakan momentum umat Hindu untuk mengingatkan manusia secara ritual dan spiritual agar selalu memenangkan Daiwi Sampad (sifat sifat kedewaan) untuk menegakkan Dharma atau kebenaran melawan Adharma atau ketidakbenaran. Pelaksanaan Hari suci Galungan dan Kuningan dimulai dari hari Saniscara (Sabtu) Kliwon wuku Wariga yang disebut dengan Tumpĕk Wariga atau Tumpĕk Uduh atau Tumpĕk Bubuh sampai dengan hari Buda (Rabu) Kliwon Wuku Paang yang disebut dengan Pegatwakan.