Taman Sukasada

SEKILAS TENTANG

Taman Sukasada merupakan kompleks taman kerajaan Karangasem yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan perkembangan kehidupan kerajaan. Pada masa lalu, kawasan Ujung telah dimanfaatkan sebagai bagian dari lingkungan kerajaan, hal tersebut terlihat dengan adanya pesanggrahan Manikan Ujung pada masa pemerintahan I Gusti Anglurah Made Karangasem Sakti. Taman Sukasada kemudian mulai dibangun tahun 1919 pada masa pemerintahan Raja Anak Agung Bagus Jelantik (1909–1945). Selanjutnya, taman ini diresmikan pada tahun 1921 dan pembangunannya dilanjutkan dengan berbagai fasilitas.

Keistimewaan Taman Sukasada terletak pada kompleks yang dilengkapi dengan berbagai bangunan, seperti Balai Kapal, Balai Lunjuk, Balai Kambang, Balai Bundar, Balai Gili, Balai Warak, dan gapura. Tata arsitektur dan ragam hiasnya memperlihatkan perpaduan unsur Kamasan, Buleleng, Cakranegara/Lombok, Cina, dan Eropa, yang mencerminkan proses akulturasi budaya sekaligus kemampuan masyarakat Karangasem dalam mengolah berbagai pengaruh budaya menjadi karakter arsitektur lokal. Selain itu, keberadaan dua prasasti marmer pada bangunan Warak yang berkaitan dengan karya Maligya tahun 1937 juga menjadi penting. Peristiwa tersebut menginspirasi lahirnya gaguritan ligya dengan tembang sinom, durma, dan ginanti, yang menyebut kompleks Taman Ujung sebagai “Taman Sukasada”. Dengan demikian, Taman Sukasada tidak hanya merepresentasikan kebesaran Kerajaan Karangasem, tetapi juga menjadi bukti perkembangan sejarah, arsitektur, seni, keagamaan, dan akulturasi budaya yang masih memiliki arti penting sebagai warisan budaya hingga masa kini.

Alamat

Jalan Raya Ujung Hyang, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali

Status

Cagar Budaya Kabupaten

Juru Pelihara

I Made Sumarta