Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong

SEKILAS TENTANG

Keberadaan Pura Goa Gong di Kabupaten Badung menyimpan jejak sejarah yang cukup panjang, meskipun sumber-sumber mengenai awal mula keberadaan pura ini tidak diketahui secara pasti. Berdasarkan beberapa penelitian, keberadaan goa ini diperkirakan telah berlangsung dan dimanfaatkan sejak sekitar 2.500 sebelum Masehi, yaitu pada masa prasejarah. Pada masa berikutnya kemudian dimanfaatkan oleh para rsi sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan spiritual dan keagamaan. Lebih lanjut masyarakat setempat mempercayai bahwa Pura Goa Gong juga berkaitan dengan perjalanan spiritual Maha Rsi Dang Hyang Nirartha, yang dikenal pula dengan sebutan Pedanda Sakti Wawu Rauh.

Dikisahkan bahwa setelah meninggalkan Desa Kerobokan, Dang Hyang Nirartha melakukan perjalanan menuju kawasan perbukitan di bagian selatan dengan menyusuri pantai. Pada saat air laut sedang surut, beliau melihat sebuah tanjung yang menjorok ke laut di wilayah Bukit Badung. Tanjung tersebut kemudian menjadi tujuan perjalanan beliau. Setibanya di kawasan tersebut, Dang Hyang Nirartha melihat bahwa tanjung itu tersusun atas batu karang yang sangat besar. Beliau kemudian memutuskan untuk membangun sebuah kahyangan di tempat tersebut. Untuk menunjang kegiatan pembangunan dan sebagai tempat tinggal sementara, beliau mendirikan sebuah asrama di sekitar kawasan tersebut. Setelah pembangunan kahyangan selesai, tempat tersebut kemudian dikenal sebagai Pura Uluwatu. Sementara itu, di dekat bekas asrama Dang Hyang Nirartha, masyarakat kemudian mendirikan sebuah kahyangan yang dikenal dengan nama Pura Goa Gong.

Pura Goa Gong memiliki karakteristik yang khas karena keberadaan ruang goa alami dengan formasi stalagtit dan stalagmit yang memenuhi bagian dalamnya. Selain itu, goa ini memiliki keunikan  pada bagian dalam goa terdapat tetesan air yang berasal dari bebatuan di bagian atap dan dinding goa, sehingga membentuk batu hasil proses alami tetesan air yang menyerupai sebuah gong. Keberadaan bentukan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan penamaannya menjadi Goa Gong.

Masyarakat setempat mempercayai Pura Goa Gong memiliki fungsi spiritual yang penting. Fungsi tersebut berkaitan dengan pemanfaatan tempat suci ini sebagai sarana untuk memohon penyucian diri (semadi), memohon berkah kehidupan dan kesejahteraan (arta brana), memohon kesembuhan bagi orang yang sakit, serta memohon keselamatan. Kepercayaan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan keyakinan yang diwariskan serta dipelihara oleh masyarakat penyungsungnya hingga sekarang.

Alamat

Jalan Goa Gong, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali

Status

CB Tingkat Kabupaten