Pura Dasar Bhuana Gelgel

SEKILAS TENTANG

Pura Dasar Buana Gelgel merupakan salah satu warisan budaya di Desa Pakraman Gelgel yang berfungsi sebagai tempat pemujaan umat Hindu dan stana Catur Dewata. Keberadaannya memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan tradisi prasejarah, perkembangan agama Hindu, serta perjalanan Kerajaan Gelgel. Cikal bakal Pura Dasar Buana Gelgel tidak terlepas dari tonggak penting kehadiran Ida Bhatara Mpu Ghana pada sekitar tahun 922 Saka yang merupakan salah satu tokoh Panca Tirtha. Mpu Ghana juga dikenal sebagai tokoh Brahmana yang berperan dalam perkembangan agama Hindu di Bali. Selanjutnya, pada tahun 1189 Saka (1267 Masehi) di kawasan bekas ashram atau pasraman Mpu Ghana kemudian didirikan Pura Dasar Buana oleh Mpu Dwijaksara sebagai bentuk penghormatan terhadap Mpu Ghana.

Dalam perkembangannya, Pura Dasar Buana Gelgel memperoleh kedudukan yang semakin penting pada masa Raja Dalem Ketut Ngulesir. Status pura kemudian ditingkatkan menjadi Kahyangan Jagat dan menjadi bagian dari konsep tiga pusat kesucian kerajaan, yaitu Pura Besakih sebagai simbol gunung, Pura Dasar Bhuana sebagai simbol kota/dasar, dan Pura Batu Klotok sebagai simbol segara. Kompleks Pura Dasar Buana juga berperan sebagai Kahyangan Tiga kerajaan, serta sekaligus menjadi ruang pemersatu dan pusat penyungsungan Catur Warga.

Nilai penting Pura Dasar Buana Gelgel semakin kuat dengan keberadaan berbagai warisan budaya yang tersimpan di dalamnya. Warisan budaya tersebut merekam perjalanan sejarah yang panjang, serta memiliki nilai religius dan historis yang tinggi. Pura ini bukan hanya merupakan tempat suci yang tetap hidup dalam aktivitas keagamaan masyarakat pendukungnya, tetapi juga menjadi ruang yang merekam kesinambungan peradaban Gelgel dan perkembangan kebudayaan Bali dari masa lampau hingga sekarang. 

Alamat

Desa Gelgel, Kec. Klungkung, Kab. Klungkung, Bali

Status

Cagar Budaya Kabupaten