SEKILAS TENTANG
Pura Batur Sari yang terletak di Desa Biaung merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat pendukungnya, khususnya berkaitan dengan sejarah lokal, kehidupan keagamaan, serta keberlanjutan tradisi budaya setempat. Meskipun data tertulis mengenai sejarah dan asal-usul pura masih sangat terbatas, namun masyarakat meyakini bahwa keberadaan pura ini telah ada sejak masa lampau. Keyakinan tersebut didukung oleh keberadaan sejumlah tinggalan arkeologis yang tersimpan di area Pura batur Sari berupa fragmen lingga, arca Nandi, fragmen arca Ganesha, serta arca perwujudan yang secara umum menunjukkan karakter tinggalan dari masa Hindu-Buddha.
Keberadaan tinggalan artefaktual di Pura Batur Sari menjadi petunjuk penting bahwa pura ini memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Lingga, Nandi, dan Ganesha merupakan unsur yang berkaitan dengan tradisi keagamaan Hindu yang telah berkembang dari masa Hindu Budha, sementara arca perwujudan menunjukkan adanya praktik penghormatan terhadap tokoh atau leluhur yang telah berkembang pada masa prasejarah hingga masa Hindu Budha. Meskipun keberadaan artefak tersebut tidak dapat secara langsung menentukan kronologi berdirinya pura, tetapi tinggalan tersebut memberikan nilai historis dan arkeologis yang penting serta menjadi bukti material mengenai perkembangan sistem kepercayaan di wilayah Biaung pada masa lampau. Dengan demikian, nilai penting Pura Batur Sari tidak hanya terletak pada bangunan puranya saja, tetapi juga pada tinggalan arkeologis, tradisi keagamaan, dan keberlanjutan fungsi yang masih berlangsung hingga kini.