Payas Dirga

Jembrana adalah salah satu kerajaan modern di Bali yang lahir pada tahun 1705 serta perkembangannya menyatu dengan kiprah Trah Djembrana yang diawali dengan posisi Raja Jembrana I Ida I Gusti Agung Ngurah Djembrana sebagai pendiri serta pengendali pucuk pemerintahan dan wilayah Keradjaan Djembrana sejak insepsi tahun 1705 hingga berubah status secara konstitusional menjadi salah satu Kabupaten dalam Provinsi Bali pada tahun 1960 dampak pemberlakuan Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tanggal 14 Agustus 1958 tentang pemekaran Provinsi Sunda Kecil/ Nusa Tenggara menjadi provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Sebelum menjadi Raja Djembrana pertama, Ida I Gusti Agung Ngurah Jembrana merupakan pangeran dari Kerajaan Mengwi yang juga putra kedua dari Tjokorda Mengwi III – Ida Tjokorda Nyoman Munggu yang memerintah pada tahun 1682. Ini sangat berpengaruh pada pakem pernikahan yang masih membawa ciri khas Bali Timur (ala Badungan) yang diaplikasikan pada pengantin Wanita puri saat ini, hingga periode pemerintahan Raja Jembrana IV yaitu Gusti Agung Gde Seloka pada 1818 untuk pertama kalinya pakem pengantin puri lahir dengan adat khas Kerajaan Jembrana, namun karena masa pemerintaha Raja Jembrana IV -VI diwarnai oleh banyaknya kecamuk politik dan perang sehingga tidak ada banyak peninggalan Sejarah atas dasar-dasar pakem pernikahan Kerajaan Jembrana secara detail. 

Berdasarkan minimnya catatan Sejarah akan pakem pernikahan khas Jembrana, pada tahun 1929 dibawah kepemimpinan Raja Jembrana VII Ida Anake Agung Bagus Negara, barulah terjadi penyempurnaan pakem pernikahan khas Jembrana yang diberi nama Payas Dirga Jembrana. Payas ini digunakan dalam pernikahan agung putra Tunggal dari Raja Jembrana VII  yaitu Anak Agung Bagus Sutedja dengan Anak Agung Istri Ngurah Sunitri pada tahun 1940. Kerajaan Jembrana terletak di ujung Bali bagian barat membuat kerajaan ini menjadi pintu masuk perdagangan laut, oleh karena itu adat Jawa, Cina, Melayu dan Bugis cukup mempengaruhi penciptaan Payas Dirga Jembrana. 

Dalam meriasa pengantin wanita dan pria alat-alat yang diperlukan yaitu:

  1. Wadah peralatan merias
  2. Tempat sampah kecil
  3. Bandana
  4. Susu pembersih pelembab sesuai dengan jenis kulit
  5. Penyegar sesuai dengan jenis kulit
  6. Kapas
  7. Pelembab sesuai dengan jenis kulit
  8. Alas bedak padat sesuai dengan jenis kulit
  9. Spon alas bedak
  10. Shading
  11. Spons atau brush
  12.  Bedak tabur
  13. Brush bedak tabur
  14. Bedak padat
  15. Spons bedak padat
  16. Pensil alis
  17. Pengerot pensil alis
  18. Selotif mata dan perlengkapannya
  19. Dasar perona mata
  20. Kuas dasar perona mata
  21. Perona mata atau eyeshadow
  22. 1 set kuas perona
  23. Bulu mata palus, lem bulu mata dan perlengkapannya
  24. Penebal bulu mata (maskara)
  25. Pemerah pipi
  26. Pensil bibir
  27. Lipstik
  28. Lipstik
  29. Lipgloss
  30. Kuas wajah untuk menyempurnakan riasan wajah
  31. Tisu wajah

Ciri khas Payas Dirga ini hiasan kepala wanitanya yaitu semi kapit udang dibuat dengan melengkung diatas telinga. Peralatan dan bahan yang digunakan adalah malem yang terbuat dari kemiri dan dicampur dengan sarang lebah kemudian dihaluskan. Adapun cara membuat semi kapit udang, pertama rambut dibagi atau departing depan kiri kanan berbetuk bulan sabit atau tanda tanya. Kemudian diisi malem dibuat “engkug-engkug an” atau sunggar setinggi tiga jari dari telinga kemudian rambut model dipotong sebatas telinga dan dilengkungkan di atas telinga. Di samping itu, dibuatnya sanggul/pusungan yang di Jembrana merupakan simbol makepung berbentuk tanduk kerbau yang dipasang dibelakang kepala dan rambut dari hierpieces yang sudah dipasang dan dilipat ke dalam sebatas telinga. Pusung tanduk dibuat dari kawat kemudian dililit dengan hairpieces kecil sehingga berbentuk tanduk kerbau. Kemudian pangkal tanduk dipasang hairpieces untuk membuat pusung tagel sejajar telinga. Hiasan kepala pada payas ini yaitu: kawat halus untuk merangkai roncean, 100 tangkai putik bunga midori, 2 kuntum mawar merah segar, 45 tangkai cempaka putih,45 tangkai cempaka kuning, 25 tangkai sandat hijau, dan 7 tangkai bunga midori disematkan.

Hiasan kepala pria menggunakan destar songket, jenis songket yang dipakai adalah songket tenun benang atau mastuli. Moif kain destar adalah motif tenunan songket berbentuk destar. Destar dipasang dengan gaya ikatan jejeteran. Gaya ini merupakan sebuah gaya destar yang dibentuk bertumpuk diikat di kepala yang dikenal dengan istilah tulak wangsul. Kemudian diselipkan setangkai bunga pucuk emas ditambahkan dengan bunga cempaka putih dan kuning di bagian telinga kiri dan kanan.

Pakaian yang digunakan wanita dan pria sebagai berikut:

Wanita:

  1. Tapih

Tapih yang digunakan pada busana penganten wanita adalah motof tenunan Jembrana pinggiran dengan ukuran 1,75- 2 meter.

  1. Wastra

Motif bunga Sengenge atau Bulan-bulanan, Belekat Penuh, Jembatan Cinta dan jala berukuran panjang 2 meter. Benang songket yang digunakan ada yg emas dan ada yg benang. 

  1. Sabuk Toros atau Belulang

Sabuk ini panjangnya 8 meter

  1. Sabuk songket benang

Panjang sabuk songket 7 meter yang merupakan ciri khas tenun Jembrana.

  1. Selendang songket/ Cerari

Selendang songket atau cerari juga merupakan tenunan khas Jembrana, perbedaan antara selendang songket dan cerari adalah selendang songket menggunakan motof penuh sementara cerari menggunakan motif garis-garis vertical. Panjang ukuran selendang antara 2,5 sampai 3 meter. 

Aksesoris yang diperlukan yaitu kalung emas, telinga menggunakan subeng cerorot, pergelangan tangan bawah memakai gelang dan leher menggunakan kalung emas.

Pria:

  1. Baju beludru hitam bersulam emas
  2. Wastra songket melelancingan dengan ukuran 2- 2,5 meter dengan motif songket pinggiran.
  3. Sabuk belulang/toros

Panjang sabuk 8 meter dengan melilitkan sabuk ini dari pinggul bawah keatas sampai ke dada.

  1. Kampuh

Menggunakan kain tenunan khas Jembrana dengan motif penuh berukuran panjang 2 meter.

  1. Umpal

Kain yang digunakan untuk umpal adalah kain tenunan songket atau cerari dengan ukuran 2 meter dengan menggunakan aksesoris bros, cincin dan keris yang dipasang di punggung sebelah kiri.

Alamat

Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali

Status

Warisan Budaya Takbenda

Domain

Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional