Kuliner tradisional Topot adalah masakan yang berbahan dasar beras yang dicampur dengan minyak kelapa asli dan sedikit garam, serta dibungkus dengan daun bambu (hijau). Topot dimasak dengan cara direbus selama lebih kurang 6 jam.
Secara umum kuliner Topot masih banyak peminatnya, selain rasanya yang gurih dan khas penganan Topot cukup awet dan tidak mudah basi karena mengalami proses masak dan pematangan yang cukup lama. Namun dewasa ini, Topot sudah semakin langka keberadaannya. Kelangkaan dari kuliner yang satu ini dikarenakan oleh berkurangnya minat warga masyarakat setempat untuk memproduksi Topot dengan alasan proses pembuatannya yang membutuhkan waktu yang cukup lama, serta semakin sulitnya mendapatkan daun bambu muda sebagai pembungkusnya. Selain itu, dewasa ini masyarakat Peliatan juga memiliki banyak kesibukan serta lebih memilih pekerjaan lain dibandingkan memproduksi Topot. Hal ini mempunyai pengaruh cukup besar terhadap menurunnya produksi Topot.