Entil

Entil merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari beras di Kabupaten Tabanan khususnya banyak berkembang di kaki Gunung Batukaru yakni di Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Penebel. Entil juga sebagai makanan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia akan makanan tetapi juga memiliki nilai lain sebagai pelengkap dalam proses upacara. Entil sebagai makanan mempergunakan beras lokal setempat yang memiliki bulir yang lebih panjang daripada beras-beras varietas baru dan memiliki ketahanan lebih lama. dilihat secara etimologis, entil berasal dari kata buntil atau bebuntilan yang memiliki arti barang bawaan atau bekal. Hal ini mengindikasikan bahwa semenjak entil itu ada, entil sudah menjadi makanan yang dipergunakan sebagai teman di perjalanan, dalam artian bukan makanan yang dimakan di rumah.

Jika melihat dari buntil yang artinya bekal dan dilihat juga dari proses pembuatannya serta hasilnya, maka entil merupakan salah satu bentuk pengawetan makanan yakni dengan cara proses perebusan dalam waktu yang lama dan memiliki daya tahan yang cukup lama jika dibandingkan dengan nasi. Ini kemudian menjadi hal yang wajar bahwa entil menjadi bahan makanan yang dibawa karena keawetannya serta lebih mudah untuk dibawa. Hal ini kemudian ditambah dengan dalam pembuatannya entil mempergunakan bahan-bahan yang bersifat sederhana dan ada di sekitar, seperti beras lokal setempat, daun kalingidi yang ada di lingkungan sekitar dan tali bambu yang juga ada di lingkungan sekitar, entil merupakan salah satu makanan awetan yang dibawa sebagai bekal sejak masa lampau ketika masyarakat di sekitar lereng Gunung Batukaru masih melakukan perjalanan jauh untuk merabas hutan ataupun membawa hasil pajak ke pusat kerajaan.

Alamat

Kabupaten Tabanan

Status

Warisan Budaya Takbenda

Domain

Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional