Malukat adalah suatu upacara ritual penyucian diri dengan menggunakan sarana air yang diyakini memiliki aura kesucian. Air tersebut bisa berasal dari sumber mata air (kelebutan), pancuran, danau, laut (sagara) dan sumber air yang lain diyakini memiliki vibrasi kesucian yang dapat menyucikan pikiran, perkataan dan perbuatan manusia atau umat Hindu di Bali.
Malukat bermakna melepaskan. Lewat malukat diharapkan dapat melepaskan hal-hal yang bersifat kotor atau negatif, baik secara jasmani maupun rohani, dapat kembali bersih dan suci. Malukat dapat dilakukan pada hari-hari tertentu seperti Purnama, Tilem dan hari-hari lainnya yang disepakati. Tradisi Malukat sudah ada di Bali sejak nenek moyang dan terus dilestarikan hingga sekarang.
Prosesi malukat adalah menggunakan sarana air. Air diperciki pada orang melakukan prosesi malukat (panglukatan), ada juga yang disiram mulai dari kepala sampai seluruh tubuhnya basah. Namun ada
juga yang melaksanakan prosesi malukat dengan langsung mencelupkan tubuhnya pada air yang diyakini mengandung kesucian, seperti pada sumber mata air (kelebutan), danau, laut (sagara) atau tempat lain yang diyakini mengandung nilai kesucian.