SEKILAS TENTANG
Pura Selonding merupakan salah satu pura unik yang berada di dalam sebuah goa alam di Desa Ungasan, Kabupaten Badung. Keberadaan pura ini memiliki latar belakang sejarah yang panjang, mulai dari masa prasejarah hingga berkembang menjadi tempat suci yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat sampai sekarang. Secara arkeologis, kawasan Goa Selonding diketahui telah menjadi tempat aktivitas manusia sejak masa Mesolitikum atau masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut, yang diperkirakan berlangsung sekitar 2500 SM. Penelitian arkeologis yang dilakukan oleh R.P. Soejono pada tahun 1961 menemukan berbagai bukti kehidupan manusia prasejarah di dalam gua seperti alat serpih, alat serut, sudip, lancipan, tulang-tulang binatang, pecahan kulit moluska, serta berbagai peralatan yang dibuat dari tulang.
Dalam perkembangan selanjutnya yaitu masa Bali Kuna, keberadaan Goa Selonding mulai menjadi tempat yang dianggap suci dan memiliki nilai religius, serta dikaitkan dengan kehidupan keagamaan masyarakat. Masyarakat mempercayai bahwa di dalam goa terdapat daya magis, serta nama Selonding juga dikaitkan dengan kepercayaan dari dalam goa sering terdengar suara gamelan selonding, meskipun tidak ditemukan perangkat gamelan selonding di tempat tersebut. Lebih lanjut, keberadaan Pura Selonding juga dikaitkan dengan perjalanan Danghyang Nirartha ketika melakukan perjalanan ke wilayah Bali bagian selatan yang dikenal sebagai Ida Bhatara Sakti Wawu Rauh.
Pura Goa Selonding di Desa Ungasan ini diperkirakan memiliki kaitan erat dengan Pura Dalem Selonding yang ada di Besakih. Keberadaan salah satu pelinggih utama di Pura Goa Selonding yang merupakan linggih Ratu Gede Cakra Sari, diduga memiliki hubungan dengan nama Ratu Gede Cakra Kesari. Selanjutnya dikaitkan dengan tokoh Sri Kesari Warmadewa, raja Bali Kuna yang diperkirakan memerintah sekitar tahun 825 Çaka atau 903 Masehi. Apabila dugaan tersebut dapat dibuktikan lebih lanjut, maka Pura Goa Selonding di Ungasan memiliki keterkaitan sejarah dengan perkembangan kehidupan keagamaan pada masa Bali Kuna.
Pada masa sekarang, keberadaan Pura Selonding tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga memiliki fungsi religius dan spiritual. Masyarakat penyungsung pura memanfaatkan pura sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai aktivitas keagamaan, antara lain memohon penyucian diri melalui meditasi, memohon berkah kehidupan, memohon keselamatan, dan memohon pengobatan.