Nangluk merana merupakan suatu upacara yang termasuk ke dalam jenis bhuta yadnya yang dilaksanakan pada sasih kanem pada kalender Saka yang umum digunakan oleh masyarakat Hindu Bali untuk sistem penanggalannya, di mana momentum tersebut biasanya jatuh pada bulan November atau Desember. Awal mula kemunculan praktik ritual tolak bala ini cukup sulit untuk ditelusuri. Namun, keberadaannya hingga saat ini masih cukup eksis di berbagai daerah Bali. Walaupun memiliki penyebutan/istilah yang berbeda-beda dan praktik ritual yang beragam, namun tujuan dari pelakasanaan upacara ini adalah memohon kepada Tuhan agar seluruh makhluk hidup terhindar dari berbagai mala/bala seperti penyakit dan hama yang berakibat buruk bagi kelangsungan makhluk hidup.