SEKILAS TENTANG
Pura Kehen merupakan salah satu warisan budaya di Kabupaten Bangli yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan wilayah Bangli pada masa Bali Kuna. Sumber tertulis mengenai keberadaan Pura Kehen memang masih terbatas, namun sejumlah prasasti dan bukti artefaktual yang tersimpan di kawasan pura dapat memberikan gambaran umum mengenai keberadaan dan perkembangannya hingga saat ini.Bukti tertulis yang penting adalah Prasasti Kehen C yang memuat penyebutan wilayah Bangli melalui istilah “karaman i bangli”. Istilah karaman merujuk pada suatu desa atau komunitas permukiman. Berdasarkan penanggalan dalam prasasti tersebut, Bangli telah dikenal sejak masa Bali Kuna dan tercatat pada tahun 1126 Saka atau 1204 Masehi. Isi prasasti Kehen juga berkaitan dengan pemerintahan Sri Dharmawangsa Wardhana Marakata Pangkajaasthanauttunggadewa dan Ida Bhatara Sri Adikunti Ketana. Salah satu isi pentingnya berupa perintah agar masyarakat Bangli tidak meninggalkan desanya.
Selain sumber tertulis, keberadaan dan perkembangan Pura Kehen juga didukung oleh bukti artefaktual berupa arca-arca yang tersimpan di dalamnya. Berdasarkan ciri-ciri ikonografinya, arca tersebut menunjukkan karakteristik dari periode abad XI–XIII Masehi berupa arca Ganesha, arca perwujudan Bhatara-Bhatari, arca jongkok, fragmen arca, serta fragmen bangunan berupa umpak. Selain itu, terdapat juga bangunan Kori Agung (gapura kuna) dan Candi Bentar yang menunjukkan perkembangan arsitektur pada periode berikutnya, khususnya sekitar abad XVIII Masehi, dengan karakter ornamen yang padat, penuh, serta rumit yang dalam istilah arkeologi disebut flamboyan.
Dengan demikian, meskipun belum terdapat sumber yang pasti mengenai awal pendirian Pura Kehen, berbagai bukti sejarah menunjukkan bahwa kawasan Kehen memiliki kesinambungan sejarah yang panjang. Keberadaan prasasti, arca, dan sejumlah tinggalan budaya lainnya memperlihatkan bahwa kawasan ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat Bangli sejak masa Bali Kuna dan terus berkembang pada periode-periode berikutnya hingga saat ini.