SEKILAS TENTANG
Pura Puseh Sari merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan religius bagi masyarakat Suwelagiri. Meskipun belum ditemukan sumber-sumber tertulis seperti prasasti, inskripsi, maupun lontar yang dapat mengungkap kesejarahan pura ini secara pasti, namun keberadaan beberapa arca perwujudan dengan ciri ikonografi yang diperkirakan berasal dari abad XIII–XIV Masehi. Selain itu, berdasarkan tradisi lisan masyarakat, pura ini diperkirakan didirikan sekitar tahun 1581 Masehi yang berkaitan dengan perjalanan Dalem Dimade pada masa pergolakan politik di Kerajaan Gelgel. Keberadaan Pura Puseh Sari di wilayah Dusun Sengkiding juga secara adat berkaitan dengan masyarakat Suwelagiri. Masyarakat Suwelagiri pada masa lalu meninggalkan wilayah asalnya akibat konflik dan membuka permukiman baru di selatan yang kemudian dikenal sebagai Bakbakan. Pura Puseh Sari yang ditinggalkan kemudian kembali disungsung sebagai wujud bakti kepada Tuhan dan leluhur mereka.
Hingga saat ini, Pura Puseh Sari disungsung oleh masyarakat Suwelagiri dan menjadi bagian penting dalam kehidupan keagamaan serta identitas budaya masyarakat setempat. Dengan keberadaan artefaktual, tradisi lisan, dan praktik keagamaan yang terus berlangsung sejak masa lampau hingga saat ini, menjadikan Pura Puseh Sari memiliki nilai penting sebagai warisan sejarah, religi, dan budaya yang perlu dilestarikan secara berkelanjutan.