SEKILAS TENTANG
Pura Pucak Petali merupakan salah satu pura yang berada di lereng tenggara Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Adat Jatiluwih. Berada di tengah kawasan hutan yang dikelilingi bentang alam Warisan Budaya Dunia UNESCO Jatiluwih, pura ini menjadi bagian penting dari lanskap spiritual dan budaya masyarakat Bali.
Pura Pucak Petali dalam filosofi Hindu Bali merupakan tempat memuja manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai pengendali keharmonisan alam semesta (Bhuwana Agung) dan kehidupan manusia (Bhuwana Alit). Makna lain menyebutkan bahwa kata Petali berhubungan dengan istilah Patala, yaitu lapisan alam dalam konsep Sapta Patala. Patala dipahami sebagai sumber kehidupan yang menopang kesuburan dan kemakmuran bumi.
Keberadaan Pura Pucak Petali diperkirakan telah berdiri sejak masa Kerajaan Samprangan pada pemerintahan Sri Kresna Kepakisan sekitar abad ke-14. Kehadiran pura ini kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pemujaan masyarakat agraris di kawasan Batukaru. Lebih lanjut, pura ini menempati kedudukan penting dalam Catur Angga Batukaru yang memiliki peran dalam menjaga keseimbangan wilayah timur kawasan suci Batukaru. Keberadaan pura ini tidak hanya sebagai tempat persembahyangan, tetapi juga menjadi simbol pelestarian nilai-nilai Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam (lingkungan).